Tenggelam


Mungkin aku mendekatimu dengan cara yang terlalu bersemangat.
                Maungkin aku menanti begitu lama. Mungkin aku memainkan kartuku dengan salah. Hanya sedikit salah bermain, saja. Sayang, maafkan aku.
                Kamu pasti berpikir aku bodoh. Kamu pasti berpikir aku dungu. Kamu pasti berpikir aku masih pemula. Tapi, aku telah melalui semua ini sebelumnya.
               
Tidak akan kubiarkan kamu mendekatiku. Meskipun kamu sangat berarti bagiku. Karena setiap kali aku membuka hati, rasanya menyakitkan. Jadi, aku pun tidak akan pernah mendekatimu. Meskipun aku sangat berarti bagimu. Andai, suatu hari kamu pergi meninggalkanku dan aku terpuruk sendirian.
                Aku bisa jatuh ataupun bisa terbang, bagaikan pesawat terbang untukmu sendiri. Aku bisa hidup dan mati. Tersangkut dengan kata-kata yang kamu ucapkan yang terus berputar-putar dalam benakku. Aku pasti bisa memberikan seluruh diriku untukmu. Daripada harus melompat, lebih sulit daripada meraih sepuluh ribu batu di danau.
                Setiap kali kamu menyakitiku, semakin jarang aku menangis. Setiap kali kamu meninggalkan aku, semakin cepat air mata ini kering. Setiap kali kamu pergi, semakin berkurang rasa cintaku. Sayang, kita tidak akan memiliki kesempatan untuk bersama, memang menyedihkan tapi inilah kenyataannya.
                Lantas, jangan memanggilku sayang, kecuali kami bermaksud demikian. Jangan bilang kamu menginginkanku, bila kamu tidak bisa mempercayainya. Biarlah aku tahu yang sebenarnya sebelum aku terjun terlalu dalam padamu.
                Aku terlalu hebat dalam perpisahan.
                Aku tahu, kamu berpikir aku tidak punya hati. Aku tahu, kamu berpikir aku tidak berperasaan. Tapi, yang aku lakukan hanyalah melindungi kepolosan dan jiwaku.
                Kamu adalah sebuah misteri.
                Aku telah berkeliling dunia, tidak ada pria yang sepertimu. Begitu misterius. Diam. Tidak pernah benar-benar mengatakan apa maumu sebenarnya. Tidak seorangpun, apa asal-usulmu? Apa kamu benar-benar hanya ingin mempermainkan perasaan orang? Hanya untuk menarik perhatian mereka padamu saja? Karena, itulah yang aku ketahui tentangmu.
                Aku bisa jatuh, walau aku mampu untuk terbang.
                Duduklah di sampingku. Pegang tanganku dan lihatlah ke dalam mataku.
                Di dalamnya terlihat kekacauan yang telah kubuat sejak kamu pergi.
                Aku terlalu hebat dalam perpisahan dan memainkan peranku dengan baik, tanpa kamu tahu bahwa itu hanyalah tipuan. Karena,  tidak mungkin aku akan membiarkanmu melihatku menangis.
                Jangan memanggilku sayang, jika kamu tidak bersungguh-sungguh.
                Sebelum aku tenggelam lebih dalam padamu. 

Komentar

Postingan Populer