Moonlight


Gadis itu selalu tersenyum.
                Senyumnya semanis impian. Dia tersenyum dari pagi hingga malam. Gambaran imajinasi yang sempurna dalam dirinya dahulu kala.
                Bagaikan boneka yang terbuat dari kaca, seakan dia begitu ajaib dan sempurna. Semua orang menganggapnya bahwa dia adalah hebat. Tapi, jika dilihat dari senyumnya secara dekat, dia akan segera remuk dan hancur berkeping-keping.
               
Dia ingat, tahun lalu saat kamu memberitahukannya untuk selalu tinggal di sisimu, tidak akan pernah ingin kehilangan dirinya, dia melihat cahaya dalam matamu. Terasa seperti kalian sedang menari dibawah sinar rembulan.
                Dia ingat, tahun lalu saat kamu memberitahukannya bahwa kisah kalian akan selalu menjadi cerita sepanjang hayat, dia melihat cahaya dari matamu membuatnya terasa seperti kalian sedang menari di bawah sinar rembulan.
                Kamu menari di bawah sinar rembulan.
                Dan, dia sedang menari di bawah sinar rembulan.
                Sekarang dia kehilangan arah. Tersesat. Dia sudah lupa bagaimana caranya tersenyum. Seharusnya kamu tidak memberinya harapan kosong. Kata-kata manis yang hanya mampu kamu ucapkan saja. Jangan pernah menyakitinya. Karena, dalam kehidupan ini akan selalu dipenuhi dengan penyangkalan.
                Seperti boneka yang terbuat dari kaca, semua orang berpikir bahwa dia begitu kuat dan kokoh. Seakan tidak akan pernah hancur berantakan. Tapi, bisa dilihat dari senyumnya sekarang, dia akan benar-benar remuk dan hancur berkeping-keping. Ia tersenyum tetapi bukan untuk bahagia melainkan untuk menangis tersedu sedan dalam hatinya.
                Seharusnya, kamu ingat waktu tahun lalu saat kamu memberitahukannya untuk selalu tinggal di sisimu dan jangan pernah meninggalkanmu. Bagaimana cahaya dari matamu saat itu terasa seperti kalian sedang menari di bawah sinar rembulan. Membuatnya begitu melayang tinggi bak merpati.
                Dia sangat merindukan memori yang kalian bagi bersama. Memori yang indah dan begitu penuh dengan fantasi. Kalian terbiasa berbagi hal romantis dan vulgar. Hanya kamu dan dia. Dan dia tidak akan bisa melupakannya, walau kamu sekarang telah pergi.
                Dia terus mengingat ucapanmu di tahun lalu, yang memberitahukannya untuk tinggal di sisimu dan jangan pernah pergi. Dia selalu bilang, cahaya dari matamu membuatnya terasa seperti kalian sedang menari di bawah sinar rembulan.

                Namun sekarang, cahaya itu telah lenyap dari dunianya.

Komentar

Postingan Populer