Sentuhanmu


Aku dan kamu tidak ada yang lainnya.
                Merasakan rasa yang belum pernah aku rasakan. Kamu menggapaiku dalam pengaruh mantramu. Kumohon, jangan kamu simpan sentuhan ini sendirian.
               
Mari kita luangkan waktu untuk bersama malam ini, Sayang. Di atas kita semua bintang-bintang menyaksikan kita bercumbu. Tidak ada tempat yang lebih aku suka di dunia ini selain bersandar di dadamu. Tatapanmu membuatku terbuai. Di bawah lampu gantung, kita berdampingan  dan tidak ada alasan untuk menyembunyikannya lagi. Alangkah indahnya apa yang kita rasakan ini. Sangat indah.
                Tidakkah kamu ingin melakukannya, aku merasa seperti untuk pertama kalinya aku tidak berbohong. Jari di kancingku dan kamu memainkannya. Kamu menarik jeans itu. Kamu tahu bagaimana mengantisipasinya. Sayang, janganlah kamu simpan gairahmu sendirian.
                Kamu redupkan lampu itu. Menutup pintu dan menguncinya. Ya, kamu menyukai bagaimana aku dalam balutan pakaian hari itu. Tapi, bagimu aku tidak memerlukannya lagi. Kamu menarikku ke dalam pelukanmu. Menciumku sampai kita telanjang.
                Aku membuka kancing-kancing itu untukmu, agar kamu bisa melihat pakaian dalam berenda itu. Sementara kamu sibuk mencium leherku dan bahuku. Kamu membuatku nyaman dan tidak merasa takut untuk memperlihatkannya padamu. Kamu bersedia untuk memelukku. Kamu berkata, aku sempurna dari kepala hingga ke tumitku. Jangan bingung dengan senyumanku, ucapmu. Karena semua ini tidak pernah terasa begitu nyata.
                Pakaian kita bertebaran di lantai. Biarkan semua perasaan, emosi dan fantasi kita terlepaskan malam ini. Biarkan saja pakaian kita di lantai. Pegang dan sentuh aku dan bawa aku ke ranjang itu.
                Hanya sentuhan cintamulah yang cukup bagiku. Mengistirahatkan setiap langkahku untuk pria lainnya. Hanya dengan sentuhanmu, cintamu dan kecupanmu aku sudah merasa cukup. Bagaimana kamu dengan mudahnya menguasai seluruh tubuhku.
                Gambaran akan kita yang tidak berpakaian, terus tengiang-ngiang selamanya. Jangan membuatku menunggu terlalu lama. Aku berjanji akan menjaga rahasia ini dan tidak akan pernah bilang pada siapapun. Tapi, Sayang, janganlah kamu simpan semuanya sendirian.
                Sekarang, suasana semakin memanas.
                Apakah kamu merasakannya, Sayang?
                Tampaknya kita siap untuk tahap selanjutnya. Lebih dalam lagi, hingga kita saling memahami satu sama lain.
                Kini, sepanjang hari-hariku adalah masa keemasan kita. Bersinar dan cerah. Itulah caraku merasakan cintamu. Aku tidak takut pudar menjadi emosi, karena aku tahu ini bisa menjadi sesuatu yang lebih nyata.

                Hanya dengan sentuhanmu saja, aku sudah merasa cukup.

Komentar

Postingan Populer