Merah Membara
Mencintaimu seperti sedang mengendarai Porsche baru
di tengah keramaian.
Begitu
cepat melebihi angin. Bergairah seperti dosa. Namun, berakhir teramat cepat.
Begitulah aku saat mencintaimu.
Mencintaimu
seperti mencoba mengubah pikiranku. Begitu aku telah jatuhkan diri dalam terjun
payung, aku terbang dan melayang-layang, seperti warna-warna pada musim gugur.
Begitu terang sebelum semuanya hilang dalam sekejap.
Tapi
mencintaimu rasanya begitu membara.
Menyentuhmu
seperti menyadari bahwa apa yang aku inginkan ada di depanku. Mengingatmu terasa
semudah mengingat semua kata di lagu kesukaanku. Bertengkar denganmu seperti
mencoba pecahkan teka-teki dan sadar tidak ada jawabannya. Menyesali dirimu
seperti berharap kamu tidak pernah tahu bahwa cinta bisa sekuat itu.
Ya,
seperti api merah menyala, membara, begitulah aku mencintaimu.
Mencoba
mengingatmu kembali rasanya seperti ada kilas balik dan gema yang berteriak di
sekitarku. Kubilang pada diriku, sudah saatnya aku merelakanmu pada wanita itu.
Wanita yang bisa hadir dan ada untukmu setiap saat, kapanpun yang kamu mau. Tapi
melupakan dan meninggalkanmu adalah hal yang paling mustahil. Saat masih bisa
kulihat semuanya di kepalaku.
Merah
membara. Seperti percikan api, itulah rasanya saat mencintaimu.
Dan,
karena itulah, kamu selalu berputar-putar di kepalaku.
Cinta
yang merah menyala itu tidak akan pernah padam. Walau sulit membuatmu kembali
padaku, tetapi warnanya tidak akan pudar. Bahkan, waktu tidak akan mampu
melakukannya. Hanya kekuatan Tuhan saja.
Mencintaimu
seperti lautan biru. Gelombang pasangnya datang dan menghadirkan dirimu di
depanku. Tepat waktu.
Cinta
ini adalah kehidupan yang kembali dari kematian. Terombang ambing,
berputar-putar, berjuang melewati malam hanya untukmu. Lentera menyala, berkerlap-kerlip,
di benakku hanya ada dirimu.
Cinta
ini tanda abadi.
Cinta
ini berkilauan dalam gelap.
Senyumanmu
adalah semangat hidupku.
Tatapan
dalammu adalah tanda kehidupan abadi.
Suatu
hari, aku akan menemukan cinta semembara ini lagi. Bersamamu atau tidak, aku
yakin cinta akan selalu berwarna seindah itu.
Tapi
perlu kamu ketahui, mencintaimu adalah warna-warni yang paling indah yang pernah
kutemui.



Komentar
Posting Komentar