Workshop IRF 2013
Pada tanggal 7 Desember di Museum Mandiri di Kota, Jakarta Pusat ada acara besar loh. yaitu IRF (Indonesia Readers Festival) atau dikenal juga sebagai Festival Pembaca Indonesia yang diadakan oleh Goodreads Indonesia (@bacaituseru). Acaranya seharian penuh. Ada booth-booth dari beberapa komunitas pembaca yang keren-keren. Tetapi ada juga acara workshop atau lokakarya yang diisi oleh narasumber yang oke punya. Salah satunya adalah Workshop Menerjemahkan Novel Populer ini loh. Mau tahu materi tentang menerjemahkan novel populer, simak yuk!
Workshop “Menerjemahkan Novel
Populer”
Oleh : Poppy D. Chusfani
IRF 2013, 7 Desember di Museum
Mandiri
A.
Ketepatan
Makna dan Keluwesan Berbahasa
Penerjemah
bisa didefinisikan sebagai menerjemahkan makna teks dari bahasa sumber ke
bahasa sasaran sesuai dengan yang dimaksud pengarang. Maka ketepatan makna
adalah hal yang tidak bisa ditawar. Penerjemah diimbau agar tidak malas membuka
kamus dan meriset, terlebih lagi jika berhadapan dengan frasa dan peribahasa.
Waspadalah jika menemukan bagian kalimat yang terasa tidak nyambung dengan
konteks, karena biasanya itu adalah frasa atau idiom. Setelah mengetahui makna
yang tepat yang terkandung di dalam tulisan, penerjemah diharapkan mampu
menyampaikan dalam bahasa sasaran dengan luwes.
Kriteria
atau hal-hal yang harus dilakukan sebagai penerjemah, yaitu :
-
Harus memiliki passion atau keinginan
kuat menjadi penerjemah.
Walau tidak memiliki
dasar berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya, jika memiliki Passion
(keinginan) yang kuat, maka akan percuma. Contoh saja, Mbak Poppy ternyata
tidak berasal dari jurusan Sastra Bahasa Inggris. Namun, dia bisa menjadi
penerjemah hingga sekarang. Sudah banyak karya asing yang sudah diterjemahkan
oleh beliau.
-
Seorang penerjemah harus punya, buka dan
baca kamus.
-
Harus melakukan riset.
-
Harus memahami konteks dan makna yang
terkandung di dalam tulisan.
-
Harus jeli dan teliti
-
Rajin berdiskusi dengan editor dan
penerjemah lain.
GAYA
BAHASA
Setiap penulis memiliki gaya bahasa
sendiri, maka penerjemah diharapkan mampu mewakili gaya si penulis dalam bahasa
sasaran. Beberapa naskah ‘serius’ menurut gaya
bahasa baku pula dalam penerjemahannya, berbeda dengan naskah yang gaya
bahasanya lebih santai atau nonformal. Penerjemah harus mampu membaca suasana tulisan dan gaya tulis
si penulis.
1.
Dalam
konteks seseorang menerima berita menggembirakan :
a. Teks
sumber : “This is excellent! I don’t know what else to say.”
Terjemahan : “Hebat
sekali! Aku tidak mampu berkata-kata.”
b. Teks
sumber : “Dude! I’m speechless.”
Terjemahan : “Dude! Keren banget.”
Keterangan
: kata “Dude” tidak diganti dikarenakan konteks panggilan tersebut adalah
panggilan yang dikenal berasal dari negera asing seperti Amerika. Karena
penulis dan cerita juga berasal dari negera asing, maka tetap dipertahankan.
2. Dalam
konteks pertentangan :
a. “I was dancing!”
“Do you think people will respect if you jiggle your hips like that?”
Terjemahan :
“Aku sedang menari!”
“Kaupikir orang bakal
menghormatimu kalau kau menggoyangkan
panggul seperti itu?”
b. “Stop what?”
“That…that
jiggle. Every now and then you---
There! You did it again!”
Terjemahan :
“Menghentikan apa?”
“Itu… bergeol-geol seperti itu. Sekali-sekali kau--- Nah! Kau
melakukannya lagi!”
KATA GANTI ORANG
Dalam menerjemahkan dari bahasa
Inggris ke bahasa Indonesia, salah sau hal yang perlu diperhatikan adalah kata he dan she. Kita tidak bisa selalu menerjemahkan kedua kata ini menjadi dia saja, tetapi kadnag-kadang harus
menggantinya dengan nama tokoh agar rujukannya menjadi jelas. Agar penerjemah
tidak terlalu sering mengulang nama, kita bisa juga memanfaatkan kata lain
untuk mengganti rujukan, misalnya :
·
Identitas tokoh : gadis itu, si orang
tua, kedua orang itu
·
Pekerjaan tokoh : sang raja, si
pengacara, pencuri itu
·
Hubungan antar tokoh : suaminya,
anaknya, atasannya, temannya.
REDUNDUNT
I saw a little girl took a ball
from a table
Terjemahan :
aku melihat seorang anak perempuan kecil mengambil sebuah bola dari atas sebuah
meja.
Suntingan :
aku melihat gadis kecil mengambil bola dari meja.
He dropped it to the ground
Terjemahan
: dia menjatuhkannya ke atas tanah
Suntingan
: dia menjatuhkannya ke tanah.
He’s a father of five children
Terjemahan
: dia seorang ayah dari limah orang anak.
Suntingan
: dia ayah lima anak.
Seorang, sesosok, seekor, sebuah dan
lain sebagainya bisa dihilangkan jika tidak menentukan jumlah. “Tangan kirinya memegang apel, sementara
tangan kanan menggemggam pisau”, aka lebih enak dibaca daripada “Tangan kirinya memegang sebuah apel,
sementara tangan kanannya menggenggam sebilah pisau.”
Pengulangan
tidak perlu dari kata-kata seperti ini :
-
Alis mata
-
Menuju ke
-
Sebuah buah
-
Turun ke bawah
-
Naik ke atas
Kata
sambung seperti ‘adalah’, ‘oleh’, ‘dari’, ‘merupakan’, dan lain sebagainya bisa
disingkirkan jika kalimat masih bisa dimengerti tanpa memerlukan kata sambung,
seperti ‘dia dikepung lima pemuda kekar’. Tanpa kata sambung ‘oleh’ di
tengah-tengah kalimat tersebut valid.
GENERIC YOU
Ada kata ‘you’ yang digunakan untuk
merujuk orang secara umum, bukan orang tertentu yang diajak bicara. You seperti ini disebut generic you. Dalam bahasa Indonesia rujukan orang umum biasanya menggunakan
kata kita.
The
teacher says, “If you are honest, people will trust you.”
Terjemahan
: Guru berkata, “Kalau kamu jujur, orang akan mempercayaimu.”
Suntingan
: Guru berkata, “Kalau kita jujur, orang akan mempercayai kita.”
Alternative
lain adalah mengubah kalimat aktif menjadi pasif.
I think if you took all the
universities and all the hospitals out of greater Boston, you’d be able to fit
what’s left ino about six city blocks.
Terjemahan :
Kupikir
jika Anda mengeluarkan semua
universitas dan rumah sakit dari wilayah besar Boston, Anda dapat memuat sisanya dalam daerah sebesar
enam blok kota.
Suntingan :
Kupikir
jika semua universitas dan rumah sakit dikeluarkan
dari wilayah besar Boston, yang tersisa dapat dimuat dalam daerah sebesar enam blok kota.
FRASA
1.
May
Wish
If
you plan to stay in Indonesia for an extended time, you may wish to open an
Indonesian Bank account.
Terjemahan
:
Jika
Anda berencana untuk tinggal di Indonesia cukup lama, Anda mungkin ingin membuka rekening di Bank Indonesia.
Suntingan :
Jika
Anda berencana untuk tinggal di Indonesia cukup lama, ada baiknya Anda membuka
rekening di Bank Indonesia.
2.
It’s
been months since…
It’s
been months since we last go out to dinner
Terjemahan
: sudah berbulan-bulan sejak kita terakhir
makan keluar.
Suntingan
: sudah berbulan-bulan kita tidak keluar makan.
RAGAM MAKNA DALAM KATA
1.
Afraid
yang bukan ‘takut’
I’m afraid I won’t be able to come.
Dalam
contoh ini, afraid bukan berarti
takut. Maka kurang tepat jika diartikan ‘Aku takut tidak bisa datang.”
Maknya
adalah semacam penyesalan atau memperluas pernyataan yang kurang mengenakkan,
jadi diterjemahkan :
Sayang
sekali, aku tidak bisa datang.
2.
About
yang bukan ‘tentang’
“…the
women goose-gabbling all about us and fussing with our hair.”
Terjemahan
: “…para wanita mengoceh tentang kami dan mengurusi rambut
kami.”
Suntingan
: “…para wanita rebut mengoceh di
sekitar kami dan mengurusi rambut kami.”
3.
Always
yang bukan ‘selalu’
It’s
always
a good thing to have friends.
Terjemahan
: memiliki teman selalu baik
Suntingan
: Tidak pernah
ada ruginya memiliki teman.
Atau
Punya
teman tidak pernah ada ruginya.
TENSE
1.
Past
tense dalam kilas balik
Dalam
karya fiksi, salah satu alat narasi yang digunakan penulis adalah kilas balik
atau flashback, yaitu ketika cerita beralih ke masa lalu sejenak, sebelum
kembali lagi ke masa kini. Dalam bahasa Indonesia, hal ini cukup mudah
dilakukan dengan member markah waktu.
Dalam
bahasa Inggris, peralihan waktu ditandai dengan perubahan tense yaitu
menggunakan past perfect tense untuk adegan kilas balik, lalu menggunakan past
tense lagi saat kembali ke masa ‘kini’.
Contoh
:
He
watched as his wife boarded the airplane. They had met ten years ago at friend’s wedding. They had danced, the had talked all night and they had
parted with reluctance. He still felt reluctant to be apart from her for more than a day.
Ia
memandangi istrinya naik ke pesawat. Mereka telah
bertemu sepuluh tahun lalu di pesta pernikahan teman. Mereka telah berdansa, telah mengobrol sepanjang malam dan telah berpisah dengan enggan. Ia masih enggan jika harus berpisah
dari istrinya lebih dari sehari.
Suntingan
:
Ia
memandangis istrinya naik ke pesawat. Mereka bertemu sepuluh tahun lalu di
pesta pernikahan teman. Saat itu mereka berdansa, mengorol sepanjang malam dan
berpisah dengan enggan. Sekarang pun ia masih enggan jika harus berpisah dari
istrinya lebih dari sehari.
Sebagai
penerjemah, kita harus waspada saat menemukan kalimat past perfect dalam
menerjemahkan novel dan harus menelaah fungsinya. Jika fungsinya untuk
menandakan adegan kilas balik, kita sebaiknya tidak menejemahkan past perfect tense dengan kata telah.
2.
Was
A : “She is a good
mother.”
B : “Was. You mean she
was a good mother.”
A : “She’s gone?”
B : “Yes, breast cancer
took her.”
Untuk
menerjemahkannya, kita lihat dulu konteksnya. Mengapa B mengoreksi ucapan A,
dari is menjadi was? Dalam contoh ini, B ingin memberitahu A bahwa orang yang
dibicarakan sudah meninggal dan B ingin menyampaikan pesan tersebut. Maka,
terjemahannya adalah :
A
: “Dia ibu yang baik.”
B
: “Sayang, dia sudah tiada.”
A
: “Dia sudah meninggal?”
B
: “Benar, gara-gara kanker payudara.”
Mengapa
demikian? Agar seorang penerjemah harus mampu mengefektifkan kalimat atau kata
dalam menerjemahkan makna. Penerjemah harus memahami kalimat lampau dengan baik
dan sesuai keadaan. Penerjemah harus teliti dan kritis dalam menerjemahkan,
mengedit kata asing ke Bahasa Indonesia.
3.
I
didn’t know
“I
didn’t know” adalah kalimat past tense, yang berarti ketidaktahuan si pembicara
terjadi di masa lampau. Bagaimana cara mengungkapkan kelampauan ini dalam
terjemahan?
I
didn’t know she wasn’t at home, so I went to her place to return her books.
Atau
Yesterday
I didn’t know anything abaout origami, but now after just one lesson, I can
make a paper bird from one sheet of paper
Untuk
kasus di atas, terjemahan ‘saya tidak tahu’ sudah cukup.
Namun,
dalam beberapa kasus harus ditekankan bahwa ketidaktahuan si pembicara terjadi
di masa lampau bukan masa kini. Terjemahan ‘saya tidak tahu’ kadang tidak
cukup. Dalam kasus seperti itu, kita bisa menerjemahkannya sebagai ‘saya baru
tahu’.
Contoh
:
“Hey,
I didn’t know you played the piano.”
Kalimat
ini bisa diterjemahkan menjadi, “Eh, aku baru tahu kamu bisa main piano.”
Kalau
diterjemahkan menjadi, “Aku tidak tahu kamu bisa main piano”, kalimatnya
menjadi aneh. Jelas-jelas dia melihat temannya bermain piano, kok masih tidak
tahu juga?
4.
I
wish
Dalam
menerjemahkan sering ditemukan ungkapan I wish yang diikuti anak kalimat past
tense. Ini berarti bahwa hal yang diungkapkan dalam anak kalimat tersebut
adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi. Biasanya diterjemahkan menjadi salah
satu dari tiga alternative berikut, tergantung konteksnya :
-
I
wish could remember with my grandfather looke like, bu I was still very young
when he passed away
-
Aku ingin sekali bisa mengingat wajah
kakekku, tetapi aku masih kecil sewaktu dia meninggal
-
It’s
raining cats and dogs, and I wish I brought my umbrella
-
Hujan turun lebat sekali, dan aku
menyesal tadi tidak membawa paying
-
I
wish he were here
-
Andai saja dia ada di sini
Ada
juga menerjemahkan frasa ini menjadi aku berharap. Tetapi ini kurang pas karena
kata harapp menyiratkan bahwa si pembicara merasa hal yang diharapkannya masih bisa
tercapai dan makna kalimatnya menjadi berbeda.
-
Aku berharap aku bisa mengingat wajah
kakekku
-
Aku berharap aku membawa paying
-
Aku berharap dia ada di sini
Jika
diterjemahkan balik menjadi :
-
I hope I can remember what my
grandfather looked like (after seeing his photos again)
-
I hope I will bring my umbrella (I will
not forget to bring it)
-
I hope he is here (he hasn’t gone
somewhere else)
AKTIF-PASIF
Beberapa kalimat aktif dalam bahasa
Inggris akan lebih enak dibaca jika diterjemahkan menjadi pasif. Karena tulisan
akan lebih luwes dan dapat menghemat karakter si tokoh.
The
baby wouldn’t stop crying, forcing
the mother to stop the car and check him
Terjemahan
:
Bayi
itu tidak berhenti menangis, memaksa
ibunya menghentikan mobil dan memeriksa keadaan si bayi
Suntingan
:
Bayi
itu tidak berhenti menangis, sehingga ibunya terpaksa menghentikan mobil
dan memeriksa keadaan si bayi
“Do
you come from the same place as Luciano?”
Terjemahan
:
“Kau
datang dari tempat yang sama dengan Luciano?”
Suntingan
:
“Tempat
asalmu sama dengan Luciano?”
There
wasn’t any remorse or regret – she knew she was making the right decision
Terjemahan
:
Tak
ada kesedihan atau penyesalan. Ia tahu, ia mengambil keputusan yang benar
Suntingan
:
Tak
ada kesedihan atau penyesalan. Ia tahu keputusannya benar.
KONVERSI
Saat menerjemahkan mau tidak mau
kita akan bertemu dengan istilah ukuran yang perlu diubah sesuai dengan
kebiasaan Indonesia. Dalam ukuran Amerika kita bisa bertemmu dengan mile, feet,
inch, dan sebagainya. Dalam ukuran Inggris kita bisa bertemu dengan yang lebih
tidak familier seperti stone, yard, cup dan lain-lain. Bagaimana menentukan
mana yang perlu diubah dan mana yang tidak? Dan sejauh apa?
Untuk buku anak-anak dan beberapa
narasi yang memerlukan bayangan pembaca tentang jarak, berat, dan sebagainya.
Kita biasa mengonversinya ke matriks Indonesia. Misalnya mile menjadi
kilometer, feet menjadi meter, pound menjadi kilogram dan lain-lain. Begitu
pula dengan ukuran suhu, yang biasanya memakai Fahrenhit perlu diubah menjadi
Celcius agar pembaca bisa membayangkan seperti apa suhu yang sedang dibicarakan.
Tidak mungkin kita membiarkan dialog ini tanpa dikonversi :
“Its’s
a hundred degrees ou there!”
Bisa-bisa
pembaca menyangka cuaca di luar sama dengan titik didih air dalam Celcius.
Mengubah
matriks sendiri sangat mudah, tinggal meng-klik mouse di situs konversi online
misalnya dan terpampanglah ukuran yang kita inginkan. Tapi sejauh apa
mengorvensinya? Ada buku terjemahan dengan kalimat kira-kira sebagai berikut :
“Jaraknya
ke sana sejauh 32,187 kilometer.”
Pernahkah
kita menjawab pertanyaan, “Butuh berapa meter tali?” dengan “Satu koma delapan
tiga meter?” bisa-bisa kita disuruh mengukurnya sendiri dengan penggaris atau
meteran.
20
mil bisa dikonversikan menjadi 30 kilometer. 32 kilometer pun rasanya tidak
lazim diucapkan seseorang yang mengira-ngira jarak (kecuali terdapat papan
tanda yang menunjukkan sebuah lokai persis 32 kilometer ke depan). Tidak lupa
tambahkan dengan kata “kira-kira”, kecuali kalau disebutkan persis 20 mil,
bisalah diganti menjadi 32 kilometer.
6
kaki bisa diganti menjadi 2 meter, kecuali jika memang ada penjelasan bahwa
sesuatu sedang diukur dan hasilnya persis 6 kaki, maka 1,8 meter bisa
digunakan. Begitu pula dengan ukuran suhu. Tapi, untuk tinggi badan tentunya
lebih baik diubah dengan tepat. Tidak aneh jika kita mengucapkan, “Dia
jangkung, tingginya 179 senti.”
TUNTUTAN KREATIVITAS
1.
Akronim
Jika
penerjemah menemukan akronim dalam naskah yang harus diterjemahkan dan akronim
itu adalah hasil kreativitas sang penulis (bukan singkatan umum), maka
penerjemah diharapkan mencari padanan yang sama kreatifnya. Terjemahan sebisa
mungkin menjadi akronim juga, dan kadang-kadang singkatannya pun memiliki arti.
Mungkin tidak terlalu masalah jika hanya bertemu satu atau dua akronim yang
berdiri sendiri. Seperti misalnya istilah :
-
AdviSeer yang diterjemahkan menjadi
Penasiramal
-
“In FES Station” di mana FES adalah
Free-Every-Stop yang diterjemahkan menjadi Stasiun Pusat (Pungutan Setiap
Lewat)
-
POPS (Promp, On Time, Punctual Service)
menjadi Lecet : Layanan Tepatm Cepat dan Tangkas
-
PUPS (Patient, Understanding, Pleasant
Service) menjadi Lemas : Layanan Pengertian,
Menyenangkan dan Sabar
-
PIPS (Psotive, Inspirational, Peaceful Service)
menjadi Lampir : Layanan Damai, Positif dan Inspiratif
-
PEPS (Put-out, Exasperated, Pissed-off
Service) menjadi Lakban :Layanan Kesal, Sebal dan Enggan
Atau
akronim yang tidak menuntut terjadi perubahan makna kata sama sekali :
DEPRAC
(Departemen of Psychical Research dan Control) tetap menjadi DEPRAC :
Departemen Riset dan Kendali Cenayang.
2.
Puisi
Berima dan Berkata Sandi
Di
Buku Erec Rex # 1 : Mata Naga terdapat puisi yang berisi kalimat sandi. Erec
dan sahabatnya, Betahny harus mencari kalimat sandi ini agar bisa menang dalam
kompetisi Pencarian Laut. Erec dan Bethany berhasil menguraikan sandi setelah
tersadar bahwa setiap baris puisi terdapat satu kata yang berasal dari laut.
Huruf depan masing-masing kata tersebut jika disatukan akan menunjukkan kalimat
sandinya.
Saya
(Mbak Poppy) harus mencari satu kata yang berhubungan dengan laut untuk setiap
baris puisi, terjemahan puisi tersebut harus terdiri dari enam belas baris
seperti aslinya dan harus berakhiran berima. Tentu saja, terjemahan kalimat
sandinya tidak boleh melenceng dari aslinya. Untuk itu, yang harus dilakukan
pertama kali adalah mencari kalimat sandi dan mengartikannya dengan jumlah
hurus/kalimat yang sama. Ini yang saya sebut sebagai cantik tapi tidak setia,
tapi kalimat sandi tetap harus setia dengan aslinya :
I
tide my shoes, it fits me well,
So
I’ll reef the expensive thing on,
Because
I stubbed my undertow,
But
now all my sand dollars are gone.
It’s
cold troutside and you’re hungry,
dear,
But,
beach your life we’ll have fun.
Before
your kindness ebbs away,
Share
my warm fire and current bun.
Only
your friends, not your anemone, will
say :
Your
underwater’s showing under your
pants.
I
sea you wear ruffly blues ones,
Like
the Emperor Penguin of France.
We
wave hello, and then goodbye,
Ice
see you are almost done.
Gaze
up to the twinkling, starfish sky,
Or
eels you won’t notice – you’ve won!
Kalimat
sandinya “trust because wise”.
Terjemahan :
Jauh
dari tepi pantai,
Banyak
ekor berkelebat,
Rumput
laut melambai-lambai,
Cumi-cumi
berenang lewat.
Di
balik anemon berwarna terang,
Si
Yellow
goldfish
mengintip
Menghindari
arus kencang,
Yang
tak bisa dilawan sirip.
Ebi
enak untuk disantap,
Tapi
belut alot sekali.
Bersihkan
dengan air anyap,
Jika
bokongmu tertusuk bulu babi.
Anjing
laut bertepuk tangan,
Disambut
dansa si ranjungan.
Kau
menari bersama ikan,
Fosfor
berpendar sambut kemenangan.
Kalimat
sandinya menjadi “percaya sebab arif”.
3.
Istilah
Beberapa
pengarang gemar menyatukan beberapa kata menjadi istilah baru atau bahkan
menciptakan kata baru. Kreativitas penerjemah dibutuhkan untuk kasus seperti
ini. Dalam menerjemahkan Lockwood & Co. The Screaming Staircase karya
Jonathan Stroud, Mbak Poppy menemukan beberapa istilah :
Changer
: Pengalih Rupa
Cold
Maiden : Perempuan Halimun
Creeping
Fear : Kegentaran
Ghost-lock
: Kuncian-hantu
Gibbering-mist
: Kabut-peracau
Grey
Haze : Asap Kelabu
Other-light
: Sinar-gaib
Shade
: Roh Bayangan
4.
Permainan
Kata
Dalam
menerjemahkan The BFG karya Roald Dahl, Mbak Poppy harus mengasah kreativitas
demi menyampaikan keanehan cara bicara si Raksasa dan kata-kata ciptaam Dahl
yang tidak bakal ditemukan di kamus.
“Every
human bean is diddly and different. Some is scrumdiddlyumptious and some is uckyslush.
Greek ia all full of uckyslush. No giant is eating Greeks, ever.”
“Why
not?” Sophie asked.
“Greeks
from Greece is all tasting greasy,” the giant said.
Terjemahan
:
“Setiap
tomat manusia rasanya khas dan berbeda. Ada yang ramnyamnyam dan ada yang
bwahbweh. Orang Arab rasanya bwahbweh. Tidak ada raksasa makan orang Arab.”
“Mengapa?”
tanya Sophie
“Orang
Arab dari Arab Saudi rasanya seperti minyak,” jawab si Raksasa.
Gobblenfunk
: jungkar-jungkir
Delumptiuous
: nyamnyum
Castaterous
: busibah
Castaterous
disastrophe : busibah mencana
Redunculous
: menggelitikkan



Komentar
Posting Komentar