Workshop IRF 2013 # 2
Pada kelas workshop selanjutnya, saya mengikuti workshop yang diisi dengan materi dari majalah Femina, loh. Materi workshopnya juga banyak dan seru. Silahkan disimak yaa...
Workshop “Fun Menulis Fiksi dan
Travel ala Femina” dan “Fiksi Kuliner”
Oleh : Team Femina Magazine
IRF 2013, 7 Desember di Museum
Mandiri
FUN
MENULIS FIKSI
Menulis
fiksi itu memang tidak membutuhkan bakat alami. Untuk apa ada bakat alami
tetapi tidak diasah? Tidak dikembangkan? Tidak dimanfaatkan? Oleh karena itu, menulis
fiksi bisa jadi bakat bisa juga tidak. Bakat tanpa minat dan kemampuan dalam
mengembangkannya, maka akan percuma.
1. Bakat
vs Minat
-
Menulis fiksi jika hanya mengandalkan
bakat atau minat akan percuma jika tidak dilengkapi dengan membaca. Jadi, harus
baca, baca, baca!
-
Perlu juga dengan latihan. Tanpa
latihan, akan jadi apa tulisan fiksi tersebut? Hanya akan jadi angan-angan
semata. Wujudkan ide fiksimu ke dalam tulisan. Berlatihlah!
-
Observasi. Dalam menulis apapun itu baik fiksi atau faksi (fakta fiksi)
dibutuhkan kegiatan observasi. Jelas, yang dapat diobservasikan apa saja yang dapat
menunjang ide dan tulisan kita.
-
Riset. Ini juga harus dilakukan. Riset
mengenai jenis tulisan yang sama. Atau riset tentang tokoh yang sama. Atau
riset tentang kejadian waktu, tempat yang berhubungan dengan cerita atau
tulisan.
-
Imajinasi. Lengkapi tulisan dengan
imajinas agar lebih menarik lagi.
-
Tulisan fiksi sangat bergantung kepada
ide.
-
Hidupkan naskah atau tulisanmu dengan
dialog. Missal, bila tokoh di dalam cerita adalah orang batak, maka bermainlah
dengan dialog berdialek batak. Jika tokoh adalah orang modern, maka
tampilkanlah karakter atau dialog atau juga narasi yang dapat membuktikan,
memperlihatkan bahwa tokoh tersebut adalah orang modern.
2. Bagaimana
jika tulisan kita dapat dimuat oleh majalah Femina?
-
Kenali pembaca majalah Femina.
-
Kenali pula tulisan-tulisan yang sudah
dimuat di majalah Femina.
-
Cirri khas (bermasa) lokalisasi seperti
di beberapa wilayah di Indonesia. Kulturisasi Indonesia.
-
Menuliskan ide yang baru, berbeda dan
istimewa.
3. Bila
penulis mengalami stuck ide?
-
Tinggalkan tulisan untuk sementara waktu.
-
Refreshingkan ide Anda.
-
Baca buku lain.
-
Lalu, kembali lagi pada tulisan Anda dan
hidupkan tulisan dengan ide-ide baru yang didapat selama refreshing.
-
Kembali ke outline, lalu cari pada
bagian mana stuck ide terjadi. Anda bisa melompati bagian tersebut ke bagian
lain dan dapat kembali ke bagian outline yang stuck tersebut agar dapat
diperbaiki
FUN
MENULIS TRAVEL
-
Menulis melalui Angle (sudut pandang)
a. Dimulai
dengan rasa penasaran, rasa ingin tahu.
b. Banyak
membaca buku sejarah kawasan suatu kota.
c. Imajinasikan,
untuk pemilihan kata dan mengembangkan tulisan.
d. Cara
berkomunikasi yang baik bisa masuk ke dalam kehidupan subyek cerita
e. Buka
semua indera, pikiran, perasaan, pengamatan, penciuman.
f. Riset
dan perhatikan budaya setempat
Travel
ala Femina
-
Tulisan bergaya naratif seperti story
telling.
-
Gunakan Angle yang menarik dan berbeda.
-
Meramu dengan riset tentang karakter
kota yang dikunjungi.
-
Minat yang luas kepada sejarah, kuliner,
belanja, budaya, arsitektur, fashion, religi dan seni.
-
Tambahkan kesan dan emosi tentang
perjalanan yang dilakukan.
-
Jangan terlalu memberitahukan, tetapi menceritakan
perjalanan yang dilakukan. Sehingga dapat menarik pembaca juga
Tips
dalam menulis Travel
-
Kreatif dengan pilihan kata dan cara
menulis.
-
Membuat judul yang menarik. Hindari kata
: surge, pesona, permata (karena sudah terlalu umum digunakan). Pilihlah kata
yang beda, baru dan unik dalam menggambarkan tempat yang dikunjungi.
-
Ajak pembaca secara emosional.
-
Foto ikut berbicara.
-
Dalam bertraveling, tulisan dapat
menghidupkan suasana perjalanan Anda. Tulislah dan tunjukkan kepada pembaca
bagaimana Anda menikmati perjalanan
tersebut.
FIKSI
KULINER
Lima
elemen fiksi : (Contoh cerita fiksi yang berdasarkan tentang kuliner. Yaitu
buku “Chocolat”)
-
Setting : di sebuah desa di Perancis
-
Plot : wanita dan toko cokelatnya yang
merubah gaya hidup
-
Karakter : wanita pemasak dan pendeta
kolot
-
Konflik : pertentangan sang pendepat dan
upaya dalam menutup toko cokelat tersebut
-
Tema : hubungan hangat menghapus
kemunafikan
Bagaimana
menulis Fiksi Kuliner?
-
Mampu menuangkan pengalaman makan bukan
sekedar kenyang.
-
Menulis secara sistematis, tidak
berlompat-lompat ide dan tidak melakukan pengulangan informasi.
-
Memiliki emosi, deskripsi, rasa, jika tidak
dibarengi penjelasan aroma dan warna akan sulit memproduksi emosi pembaca.
-
Boleh andalkan analogi :
a. Dikaitkan
dengan persamaan sensasi misalnya : Steak itu berdesir seperti baja panas yang
bertemu dengan air.
b. Dikaitkan
dengan nostalgia tertentu, misalnya : Roti itu menyapa pagi, sehangat sarapan
di masa kecilku.
-
Jargon-jargon kuliner atau memasak boleh
digunakan. Sertakan dengan penjelasan agar mudah dipahami.
-
Taking notes. Termasuk pada kejadian
unik di lokasi di luar elemen makanan.
-
Do better than a cliché! (see, smell,
taste)
-
Agar tidak tumpul dalam berdeskripsi
-
Hindari kata-kata using : enak, lezat, sedap,
menggiurkan, menggugah, selera, nyummy, tasty, dll.
-
Gunakan kata kreatif : perpaduan,
perkawinan, penyatuan, asimilasi, merger, gado-gado rasa, dll.
-
Memasukkan kata sifat/adjektif harus
dikurangi. Karena akan melelahkan pembaca. Contoh : “Roti wangi mentega dengan
tekstur yang lembut” akan lebih enak dibaca seperti ini “Roti yang wangi
mentega Belanda”
Kesalahan
umum dalam menulis Fiksi Kuliner :
-
Segmentasi pembaca tidak tepat.
-
Ada banyak spellcheck.
-
Grammar yang tidak tepat.
-
Tanda baca yang tidak tepat.
-
Plot yang berlompat-lompat.
-
Dan, PLAGIAT!



Komentar
Posting Komentar