Vincent
Malam penuh bintang,.
Kamu
mewarnai langit dengan biru dan abu-abu. Malam berbintang ini terasa begitu
kelabu dan kelam. Lihatlah di waktu musim panas. Dengan mata yang mampu melihat
kegelapan dalam jiwaku, aku melihat bayangan kita di atas bukit. Dengan sketsa
pepohonan dan bunga bakung. Meraih angin sepoi-sepoi dan menggigilnya musim
dingin, dengan warna tanah linen yang bersalju.
Apa
yang telah kita lakukan selama ini?
Kukira
aku melihatmu di sekitarku, tapi aku salah. Karena aku tahu, kamu suka
melakukan hal yang sama. Membuang waktu denganku dan wanita lainnya tanpa akhir
yang jelas. Menyakinkan diriku bahwa kamu lebih baik sendirian. Aku bisa
memberitahukanmu, bagaimana kamu tetap ada dalam pikiranku.
Maka,
katakan padaku kalau kamu merindukanku dan aku akan sangat bahagia.
Sekarang
aku paham. Yang pernah kamu coba katakan padaku, bagaimana kamu tetap terlihat
waras walau sebenarnya kamu tidak merasa demikian. Kamu mencoba kuat bahwa
dirimu lebih baik sendirian tanpa ada aku di sampingmu. Orang-orang dan aku
tidak mendengarkanmu, karena kami tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa
memahami dan mengerti hatimu. Mungkin sekarang, aku bisa memahaminya.
Ya
Tuhan, aku merindukanmu. Itulah yang aku punya sekarang. Aku akan datang
kembali padamu, dan aku tidak akan pernah pergi. Kita harus membuat hubungan
ini kembali bersatu seperti dahulu. Pegang tanganku. Tatap mataku. Percayakanlah
hatimu padaku.
Pada
malam berbintang ini, bunga api menyala terang. Awan berputar-putar dalam kabut
ungu. Merefleksikan mata Vincent yang indah berkilauan itu dari cina biru.
Warnanya berubah menjadi merona. Pagi di ladang
gandum yang kuning, wajah yang indah itu dipenuhi dengan kesedihan yang
mendalam. Akan kutenangkan di bawah tangan seniman yang penuh kasih sayang ini.
Apa
yang kamu pikirkan sekarang?
Jangan
mencoba untuk mengatakan kalau kita telah usai. Karena aku akan benar-benar
hancur sekarang. Aku tidak ingin bergelung dengan hari-hari yang terasa begitu
lama. Dan, aku tidak mau kamu melakukannya dengan ketenanganmu seperti
biasanya. Seakan semua ini tidak pernah terjadi saja. Kalau kamu katakan kamu
merindukanku, aku akan sangat bahagia, Sayang.
Tidak
ada yang bisa mencintaimu seperti aku. Cintamu adalah yang indah, namun sayang
tidak ada harapan yang tersisa di dalamnya. Pada malam penuh bintang itu, kamu
mencoba kabur dari hidupku lagi. Tapi aku akan memberitahukanmu, Vincent. Kamu
tidak akan bisa pergi dari cinta tulusku. Akan kutunjukkan bagaimana kita
terlihat begitu indah dan bahagia saat bersama.
Biarkan
potret kita berdua bergantung di aula itu. Walau tanpa bingkai dan tanpa nama.
Dengan mata yang saling menatap, kita tidak akan terlupakan. Seakan kita telah
bersama untuk selamanya.
Maka,
katakan padaku kamu akan menjadi teman terbaikku selama hidupku.
Katakan
padaku, kalau kamu akan menjadi yang terakhir bagiku.
Karena,
hanya orang seperti itulah yang aku butuhkan sekarang. Aku butuh seseorang yang
bisa mencintaiku seperti itu selamanya.



Komentar
Posting Komentar