Tanpamu
Terduduk sembari membuka mata lebar di ruangan
ini, berharap kamu menghubungiku.
Ini
adalah wujud kekejaman yang nyata, seakan sudah tidak ada gunanya mengharapkan
semuanya kembali seperti semula. Kasih, aku merasa gila sepanjang malam dan
sepanjang hari. Berikan aku sesuatu, namun kamu tak katakan apapun. Apa yang
terjadi padaku sebenarnya? Aku tidak ingin hidup selamanya, karena aku tahu aku
akan hidup dengan percuma. Dan, aku tidak ingin berada di manapun. Aku hanya
ingin terus memanggil namamu, hingga kamu kembali.
Terduduk sembari membuka mata lebar dan ada
sesuatu hal yang terjebak dalam benakku. Bertanya-tanya pada hati apakah aku
mengindari peluru atau aku hanya kehilangan cinta dalam hidupku. Kasih, aku
merasa gila. Sepanjang malam dan sepanjang hari. Aku berikan kamu sesuatu,
namun kamu tidak memberikanku apapun. Apa yang terjadi padaku?
Apakah
kamu tidak ingin tahu, pakaian apa yang aku kenakan malam ini? Lalu kamu akan menariku
ke dalam pelukanmu dengan begitu erat, seperti yang kita lakukan sebelumnya. Bagaimana
tangan kekarmu menyentuh kulitku di balik pakaian dalam berenda merah ini. Aku
overdosis, seharusnya aku sadar kalau cintamu adalah permainan. Kini aku tidak
bisa menyingkirkanmu dari pikiranku. Sungguh memalukan.
Jangan
berharap bahwa aku akan berbaring di samping pria lain. Tidak ada yang bisa
mencintaiku seperti dirimu. Tidak ada yang bisa menyentuhku seperti yang kamu
lakukan. Pasti ada alasan baik dibalik kepergianmu. Terkadang aku masih
memikirkanmu. Rasanya aku ingin muncul di depan pintu rumahmu. Tapi aku terlalu
takut kalau aku salah.
Aku
tidak ingin tahu. Jika kamu bersama gadis lain. Menatap matanya. Mencium
bibirnya. Jika dia memelukmu erat dalam balutan pakaian dalam berenda yang kamu
sukai, seperti yang pernah aku lakukan.
Aku
terlihat begitu menyedihkan di tempat yang paing menyenangkan. Kasih, aku
merasa begitu gila. Aku melihatmu dalam lamunanku, sepanjang malam dan
sepanjang hari. Aku terlihat begitu menyedihkan di tempat yang paling
menyenangkan. Berikan aku sesuatu, namun kamu tidak mengatakan apapun. Sekarang
aku di dalam taksi, aku katakan di mana tempatmu berada.
Seharusnya
aku tahu, bahwa cintamu adalah permainan. Aku yang bodoh tidak bisa berhenti
dalam permainanmu. Tetapi aku tidak bisa menyingkirkanmu dari pikiranku.
Kita
sudah tidak seperti dulu lagi.
Kita
sudah tidak mencinta seperti sebelumnya.
Aku
tidak ingin tahu, jika apa yang dia berikan padamu adalah apa yang kamu
inginkan selama ini.



Komentar
Posting Komentar