Rahasiaku


Aku butuh cerita lain dalam hidupku.
            Sesungguhnya, hidupku sangatlah indah. Aku memiliki cinta yang suci dan murni. Kulihat seorang malaikat. Aku yakin kalau aku melihatnya. Dia tersenyum padaku di sepanjang jalan. Sayangnya dia bersama seorang wanita, tapi aku tidak memusingkannya. Karena aku hanya perlu melihatnya lebih dalam lagi, bagiku sendiri.
           
Aku butuh sebuah kisah yang dapat melepaskan bebanku. Sesuatu yang bisa mengalihkanku darinya. Hidupku mulai membosankan. Butuh sesuatu yang dapat kuakui, hingga seluruh lengan bajuku bernoda merah.
            Dia sungguh tampan. Menarik. Dan berdosa bagiku. Kulihat wajahnya di keramaian, dan aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Karena aku tidak akan pernah bisa bersamanya.
            Dari semua kebenaran yang sudah kuucapkan, aku ingin dia meraih kejujuranku. Aku bersumpah bahwa aku melihatmu berkedip padaku. Aku hampir kehilangan akal. Ya, aku melihatnya. Saat aku lewat, dia bisa melihat wajahku yang sedang terbang tinggi. Aku sempat berpikir, bahwa aku tidak akan melihatnya lagi. Namun, kami lewati kembali saat-saat yang akan abadi hingga akhir waktu.
            Katakanlah apa yang ingin kamu dengar. Sesuatu yang dapat menyenangkan telingamu. Aku sudah muak dengan kebohongan ini. Maka, akan kuungkap semua rahasiaku.
            Tuhanku, sungguh menakjubkan bahwa kami telah sampai sejauh ini. Seolah kami sedang mengejar semua bintang di langit. Sambil mengendarai mobil hitam berkilauan dan melihat berita seakan kami dapat mengatasi semua masalah itu.
            Dia sungguh tampan dan menarik. Sungguh. Pasti ada malaikat yang sedang tersenyum di wajahnya. Saat dia melihatku, kuingin dia tahu apa yang kurasakan. Saat dia tersenyum padaku, kuingin dia tahu apa yang kudambakan. Saat dia melambaikan tangan padaku, kuingin dia merasakan deguban jantungku ini. Kuingin dia menyadari betapa aku ingin bersamanya. Betapa semua momen itu berarti bagiku. Namun, kini saatnya menghadapi kenyataan. Aku takkan pernah bisa bersamamu.
            Ketika kulihat masalah terbesar kami, kutuliskan sebuah lagu sendu. Bernyanyi  bersama kesendirian dan kegalauan untuk mendinginkan kepala. Aku benar-benar tidak suka dengan kekurangan ini.
            Aku tidak punya alasan untuk memaksanya. Aku masih memiliki rasa malu. Tak ada orang lain yang dapat kusalahkan. Membiarkannya pergi dengan hidup yang telah dipilihnya. Tapi, aku ingin mengatakan padamu segalanya.

            Bahwa, rasa-rasa yang ada ini adalah rahasiaku. Senyuman-senyuman ini adalah rahasiaku. Candaan, gurauan dan kicauan adalah rahasiaku tentangmu.

Komentar

Postingan Populer