Tips Menulis Cerpen
Ernest
Hemingway, bagi penikmat sastra dan buku siapa yang tidak kenal dengan nama
ini? Pada tahun 1954, Ernest Miller Hemingway (1899-1961).
Dia adalah peletak standar fiksi Amerika khususnya cerpen.
Dia
penulis yang sukses meninggalkan pengaruh luar biasa bagi fiksi dunia.
Ezra Pound bahkan menjulukinya sebagai ‘Penulis prosa dengan gaya terbaik
di dunia’.
Tahukah
Anda rahasia menulis cerpennya?
”Rahasia
saya menulis cerpen adalah Kesederhanaan.” Itulah rahasia menulis cerpen ala
Hemingway.
Sederhana
itu jenius. Cerpen baru dan penulis baru boleh lahir setiap hari. Namun
lagi-lagi menyuguhi pembaca contoh cerpen penuh ornamen dan
kalimat berbunga-bunga atau terlalu puitis.
Tetapi,
sebagai pembaca jelas cerpen bukanlah puisi, tapi kalimat puitis kerap tampil
di sekujur cerpen
Inilah
tiga rahasia menulis fiksi ala Hemingway.
Ernest
‘Papa’ Hemingway sedari awal melawan ‘gaya rumit’ teknik menulis cerpen
abad ke-19. Papa berfokus pada cerita yang ingin disampaikan dan
menghindari kebingungan pembaca. Kalimat
yang tidak berkontribusi penting dianggap ‘kotoran’. Harus dibuang.
Papa
memilih kata lugas yang langsung menuju ke titik sasaran. Anda masih ingat
dengan novel 6 kata : For Sale; babys shoes. Never worn.
Lalu
bagaimana cara Hemingway menyederhanakan tulisan ?
1. Kalimat Singkat
Penulis
yang baik berusaha memudahkan pembaca menangkap pesan cerita. Untuk itu Hemingway
menyarankan memakai kalimat-kalimat pendek. Kalimat panjang berarti Anda
memakai tanda koma terlalu banyak.
Kalimat
pendek rata-rata berjumlah 10 kata atau kurang Pangkas kata sifat dan
kata keterangan yang tidak ekonomis. Biasakan memilih kata ‘dan’ ketimbang
tanda ‘koma’.
Contoh
sederhana kalimat pendek umumnya berpola S-P-O.
Mengapa kalimat pendek ?
Otak
manusia punya keterbatasan dalam mencerna kalimat panjang dan lebih mudah
menyerap informasi dalam bentuk kalimat pendek. Kalimat majemuk menunjukkan
kesulitan penulisnya merumuskan gagasan. Pembaca tidak peduli seberapa kaya
kosa kata Anda. Pembaca akan berhenti bila merasa tidak bisa terhubung dengan cerpen
Anda.
2. Paragraf Pendek
Idealnya
tiap paragraf hanya berisi satu ide pokok. Cara ini membantu pembaca mencerna
informasi. Paragraf pendek tercipta dengan sendirinya bila ditulis dengan jelas
dan mudah dimengerti. Paragraf panjang tercipta bila penulis tergoda untuk
menunjukkan kepada pembaca, betapa luas pengetahuan yang dimilikinya.
Cerita pendek Papa terlihat memotong dengan cepat dari satu
adegan ke adegan yang lain atau sinematik. Ini membuat deskripsi dan narasi
minim jatah dalam contoh cerpen Hemingway. Papa menghindar
memberitahu segala hal yang dia tahu kepada pembaca. Papa memberi tahu
kurang dari yang sebenarnya dia tahu. Secara khusus, Papa menggambarkan
teknik ini dalam teori ‘gunung es’;
1/8
fakta-fakta keras melayang di atas air. Sementara 7/8 bagian cerita berupa
struktur pendukung, lengkap dengan simbolisme, berada jauh di kedalaman.
Papa pada dasarnya menceritakan apa yang tokoh-tokohnya lakukan yaitu
suatu adegan dan katakan yang diucapkan sebagai dialog. Bukan apa yang
mereka pikir dan rasakan.
Dengan
kata lain, Papa memberitahu pembaca tanpa benar-benar memberi
tahu mereka, Show, don’t Tell!
3. Kalimat Positif
Kalimat
positif mudah dicerna. Pada dasarnya itu adalah cara mengatakan tentang sesuatu
secara langsung daripada memilih mengatakannya dengan cara berlawanan.
Contohnya :
- Kalimat positif : Pedagang Kaki lima menolak rencana penggusuran
- Kalimat negatif : Pedagang Kaki lima tidak menerima rencana penggusuran
Kalimat
positif terasa lebih ringan dan memudahkan pembaca memahami ide-ide yang direpresentasikan.
Teknik menulis cerpen Hemingway bukan konvensi dalam
dunia fiksi. Sebagai varian seni bahasa, maka penilaian atas sebuah cerpen
semata soal selera. Jadi pelajari tekniknya dan sesuaikan dengan ‘suara’ Anda
sendiri.



Komentar
Posting Komentar