Info Menulis
Tips Menjadi Penulis Produktif
Banyak hal yang menghambat seseorang pada saat menulis.
Tentunya banyak faktor yang menyebabkan seorang penulis mengalami
hambatan saat dirinya sedang berkarya. Padahal, untuk menjadi seorang
penulis yang produktif, ia harus menulis secara cepat dan tepat sesuai
jadwal serta keperluan.
Berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar Anda dapat
menjadi penulis produktif. Salah satunya dengan memilih atau berada di
ruangan yang nyaman. Menulislah di dalam ruangan yang menurut Anda
nyaman.
1.
Ruangan yang nyaman
Menulislah dalam ruangan yang menurutmu nyaman. Maksud
ruangan di sini, tidak selalu harus
ruangan indoor. Taman, kebun, atau halaman yang dikelilingi dengan
pemandangan indah, bisa menjadi "ruangan" yang inspiratif untuk kegiatan
menulis. Kalau memang ruangan menjadi
penyebab mandek, segeralah pindahkan
alat/mesin tulis ke ruangan yang lebih mendukung proses menulis.
![]() |
| Ada yang suka mengetik di taman? (foto dari sini) |
2.
Duduk dengan
posisi benar
Punggung atau tulang belakang dikenal sebagai kolumna
vertebralis yang fungsinya menyangga seluruh tubuh, menekuk dan memutar ke
semua arah, juga melindungi saraf yang melintasinya. Duduk lama dalam posisi
yang tidak benar, bisa menyebabkan sakit punggung. Padahal, kalau jadi penulis,
kita harus betah duduk berlama-lama. Semakin betah duduk, insya Allah semakin
banyak karya yang dilahirkan hihihi .... Nah, biar enggak kena sakit punggung, duduklah di
kursi bersandaran tegak dan dapat menyangga bagian bawah punggung. Jangan duduk
di kursi tanpa atau bersandaran rendah dan kursi malas.
![]() |
| Duduk dengan punggung posisi tegak. (foto dari sini) |
3.
Penerangan yang baik
Kalau sedang nulis, jangan memasang lampu yang redup. Kurangnya penerangan yang
cukup menyebabkan kerja otot terlalu berat hingga mata jadi lelah dan
pedaaas! Dokter H. Raman R. Saman dari
RS Mata Prof. Dr. Isak Salin Aini,
Jakarta, menyarankan untuk menggunakan penerangan bola lampu susu 40 watt. “Bola
lampu susu tidak silau karena ada filternya. Sedangkan lampu neon tidak
dianjurkan karena sinarnya berupa getaran,” tutur dr. Saman. Sinar lampu juga
harus dipusatkan pada objek bacaan atau kegiatan yang sedang dilakukan.
4.
Tubuh dalam keadaan bersih
Menurut M. Fauzil Adhim (penulis buku-buku bestseller tentang pernikahan dan parenting), salah satu cara untuk
membangkitkan perasaan saat menulis adalah dengan menghadirkan suasana emosi
melalui aroma. Sebelum nulis, ada baiknya membersihkan diri dulu.
Badan segar, pikiran jernih, mau nulis
pun syedaaaph! Kalau perlu, hadirkan pengharum ruangan untuk membangkitkan suasana
sesuai dengan karya yang sedang ditulis. Misal, lagi nulis cerpen romantis,
semprotkan pengharum ruangan yang terkesan romantis. Alamaaak ....
5.
Relaks
Kalau sedang menulis, usahakan pikiran dan tubuh
kita sedang relaks sehingga kita bisa menata rasa dan berkonsentrasi penuh. Mood saat menulis biasanya memengaruhi
isi cerita yang ditulis. Tapi, ada juga penulis yang bisa menulis dalam
kondisi "tertekan" (contohnya, sayaaa! Hahaha!). Hal ini sah-sah
saja. Nulis menjadi salah satu cara
"melampiaskan" rasa jenuh, bosan, marah, kecewa, terhadap keadaan yang sedang
kita hadapi.
![]() |
| Enggak mood terus? Jangan, dong, ah. (foto dari sini) |
6.
Siapkan data-data pendukung
Kekayaan cara pengungkapan ide atau gagasan muncul
karena kecerdasan kita terus-menerus terasah melalui pembelajaran yang kita
lakukan secara sengaja. Jadi, menulis bukanlah sekadar bermain kata-kata.
Sedahsyat apa pun imajinasi, tapi kalau kita enggak punya pengetahuan tentang
apa yang kita tulis, sama juga bo'ong lah yaaaw. Makanya, biar enggak ngadat di
tengah jalan, sebelum nongkrong di depan layar komputer atau laptop, siapkan
dulu data-data (kepustakaan dan/atau responden) yang mendukung materi
tulisan.
7.
Hindari camilan?
Makan dan minum
memang wajib hukumnya untuk memenuhi
kebutuhan gizi sehari-hari agar tetap hidup (tsaaah). Tapi, kalau sambil
nulis, sambil ngemil melulu (gorengan pula!)? Kayaknya enggak, deh
(ngumpet!)! Tangan jadi berminyak, mulut juga berisik, maunya krauk-krauk melulu. Konsentrasi buyar, dah. Jadi, kalau lagi nulis, mendingan camilannya
dititipin ke tetangga dulu kali yeee …. Disisain alakadarnya saja di samping laptop huehue ....
![]() |
| Eits, ini camilan ibu menyusui. Boleh dong, yaaa. (foto pribadi) |
8.
Jaga kesehatan
Maksud hati ingin menulis, apa daya perut sakit.
Padahal huruf-huruf di dalam batok
kepala sudah tidak sabar ingin meloncat ke atas kertas. Mungkin ada yang pernah mengalami kejadian ini, ya? Agar
tak terulang, jagalah kesehatan ("Siap, Bu Dokteeer!" jawab penonton). Makan makanan yang memenuhi
syarat gizi, olahraga teratur, tidur
yang cukup, dan berpuasalah sesekali. Andang Gunawan (ahli food combining)
menyebutkan, puasa sangat efektif untuk mengeluarkan zat-zat beracun
(detoksifikasi), regenerasi sel, dan peremajaan tubuh. Dengan begitu, tubuh
akan tetap sehat dan bugar.
9.
Harus tahan "kesepian"
Lagi asyik-asyiknya nulis, kadang adaaa … saja "gangguan".
Entah itu teman yang ngajakin nonton atau di televisi sinetronnya lagi bagus.
Bunyi SMS atau BBM juga sering bikin tangan gatel meraih HP, terus
mencet-mencet keypad-nya. Kalah deh, tuh tulisan! Kalau
sekali-sekali, sih, bolehlah, untuk selingan agar tidak jenuh. Tapi,
kalau keseringan, kapan selesainya ini tulisan hah hah hah? Semakin lama
kita bertahan duduk menulis di depan meja, semakin banyak pula tulisan yang dihasilkan. Setuju, kan? Selamat pegeeel.
10.
Istirahat sejenak
Setelah lama memelototi layar komputer, mata jadi pedih dan capek. Otot-otot tubuh pun terasa kaku.
Meski sedang seru-serunya nulis, keadaan ini enggak boleh diabaikan.
Istirahatlah barang sepuluh menit (jangan keterusan!). Arahkan pandangan mata ke pemandangan yang jauh
atau banyak pepohonan hijau agar terasa sejuk kembali. Lemaskan otot sambil menyeruput secangkir kopi atau teh jahe
hangat. Hmmm …nikmat! Setelah itu, nulis lanjut lagi!
![]() |
| Ngeteh dulu, ah. Segaaar. (foto dari sini) |
Ennaaah ...! Enggak ada lagi alasan
untuk menunda-nunda kegiatan menulis. Segera tajamkan pena dan mulai! Selamat
menulis!
SUMBER : @hayaaliyazaki








Komentar
Posting Komentar